Pengertian Inverter dan Fungsinya

Pengertian Inverter yaitu fasilitas utk ganti tegangan DC jadi AC, beda bersama Converter, Converter yakni media utk ganti teganan AC jadi DC yg rata rata dipasaran dinamakan adaptor, cuma adaptor merupakan converter yg sederhana,tak stabil DC out-nya.

Inverter dibagi jadi dua katagori :

Inverter yg membuahkan output AC bersama gelombang square wave (Modified sinewave).
Inverter yg membuahkan output AC dgn gelombang sine-wave (seperti
tegangan listrik yang dihasilkan oleh PLN).

Inverter PASCAL :

Output gelombang square wave, bersama kategori PP-series.
Sample PP-200-H1, yakni inverter square 200VA, strip 1 yakni Dcin 12 Volt
Sample PP-500-H2, yakni inverter square 500VA, strip 2 merupakan Dcin 24 Volt
Disini ada conversi di mana 500VA mempunya power hal nol,6, maka 500VA
Equal dgn 500 x nol,6 = 300watt.
Output gelombang sine-wave, bersama kategori PS-series.
Sample PS-500-H1, merupakan inverter sinus 500VA, strip 1 merupakan Dcin 12 Volt.
Output yg dihasilkan oleh Inverter merupakan tegangan AC 220V 50Hz.

Di Samping itu PASCAL serta sediakan Inverter kusus utk peralatan telekomunikasi yang bekerja non stop & mesti dapat diandalkan, bersama Dcin 48Volt. Yg mana kami memberi dua kategori kusus adalah dgn code belakang 4R, & 4-EVR. Angka 4 dimaksudkan DC 48Volt, yg biasa difungsikan buat catu inputnya peralatan telekomunikasi sedangkan huruf “R” itu menandakan kabinet inverter
berbentuk Rackmount 19″.

Inverter digunakan di stasiun Telkom/BTS, sebab di stasiun Telkom, rata-rata sedia tegangan 48Volt bersama daya tahan yg lama (lebih dari 8jam), menjadi jika di stasiun tersebut, dipakai tegangan 220V 50Hz, yg stabil & uninterupted (tak mau terganggu), sehingga tinggal memasang Inverter ini.
Tetapi Inverter ini mesti output-ya sinus & stabil sekali.

Apakah perbedaan 4R & 4-EVR

Bedanya ialah yg model 4R, kalau Inverter fail, sehingga output jadi nol volt, dimatikan saja.
Sedangkan yg 4EVR, seandainya Inverter fail, sehingga output di-bypass ke PLN yg ada.