Menganalisa Troubleshooting Pada Komputer

Menganalisa Troubleshooting Pada Komputer - Selain cara-cara yang sudah kita bahas sebelumya, ada juga solusi alternatif untuk melakukan penanganan awal sangat beragam. Hal ini juga bergantung kepada keberanian untuk melakukan eksperimen dan mencoba mengatasi masalah.
Alternatif solusi yang dapat dilakukan sebelum terjadinya masalah yang akan muncul adalah dengan melakukan perakitan komputer melalui teknisi berpengalaman. Hal ini dapat mengurangi resiko terjadinya masalah pada perangkat keras hardware, karena  saya yakin pihak teknisi akan sepenuhnya bertanggung jawab apabila terjadi kerusakan yang diakibatkan oleh pemasangan dan hasil dijamin dalam keadaan baik pada saat digunakan.

Alternatif solusi lain untuk menyelesaikan masalah perangkat keras adalah dengan mencoba menyalakan ulang komputer. Terkadang sistem operasi agak terlambat untuk membaca alat (device) yang terhubung pada CPU. Apabila masih belum berhasil, ganti dengan perangkat keras lain yang sejenis dan diketahui fungsinya dengan baik. Sebagai contoh apabila mouse tidak berfungsi, lakukan penggantian mouse dengan mouse yang lain namun  memiliki kabel dengan interface yang sama, misatnya pS/2. Jika berfungsi, berarti ke rusakan terjadi pada mouse masih tidak berfungsi, lakukan penggantian dengan mouse berkabel dengan interface yang berbeda, misalnya USB. Apabila berfungsi, berarti kerusakan terjadi pada port pS/2 milik mouse.

Jika masih tidak berfungsi, berarti kemungkinan besar ada kerusakan pada motherboard atau sistem operasi. baca pengertian sistem operasi di http://www.pintarkomputer.org/2015/04/pengertian-sistem-operasi.html. Cara ini berfungsi untuk mendeteksi terjadinya kerusakan pada perangkat keras. Alternatif penanganan masalah untuk software / perangkat lunak dapat dilakukan dengan membetulkan (repair) perangkat lunak yang dirasa bermasalah. pilihan repair pada umumnya disediakan oleh setiap produsen perangkat lunak. Namun jika tidak ada, instalasi ulang adalah langkah terbaik yang dapat dilakukan. lnstalasi ulang sistem operasi secara rutin dapat memberikan kestabilan dalam bekerja dengan lingkungan sistem operasi tersebut.

Diagnosa Masalah Berdasarkan Hasil Deteksi

Masalah yang muncul bisa kita di diagnosa berdasarkan hasil deteksi yang kita lakukan. Diagnosa masalah secara cepat, ini dapat lakukan oleh orang awam sekalipun. Namun belum tentu akurat atau mendetil. Sebagai contoh apabila kita mendeteksi terjadi kerusakan pada video card, maka belum tentu keseluruhan video card tersebut mengalami kerusakan sehingga memerlukan penggantian. Diagnosa dan penanganan secara mendalam hanya dapat dilakukan oleh teknisi yang memahami betul komponen tersebut. Oleh sebab itu, pengguna disarankan untuk tidak melakukan perbaikan komponen sistem komputer sendiri apabila tidak mengetahui betul letak kesalahan.

troubleshooting pada komputer, troubleshooting jaringan, pengertian troubleshooting, troubleshooting komputer, troubleshooting printer


Perbedaan Permasalahan perangkat Keras dan Perangkat Lunak

Perbedaan masalah yang terjadi antara perangkat keras dan perangkat lunak, terkadang membuat pengguna bingung. Namun beberapa perbedaan yang mendasar adalah:

- Masalah pada perangkat keras pada urnumnya menyebabkan komputer tidak dapat tidak dapat melakukan booting  hingga masuk ke layar sistem operasi.
masalah terjadi ketika perangkat keras yang bersangkutan diakses melalui  sistem operasi, biasanya berupa perangkat output dan perangkat input, seperti keyboard mouse, scanner, printer, speaker, web camera, dan monitor.
- Masalah pada perangkat lunak biasanya terjadi setelah masuk ke dalam sistem operasi dan terjadi pada aplikasi yang akan digunakan.
Namun jika masalah terjadi pada sistem operasi, maka pada saat proses booting akan terjadi freeze, crash, blue screen, atau lag dalam waktu lama. Namun komputer masih bisa melakukan booting.

Menangani Masalah Troubleshooting

Setelah mengetahui beberapa masalah yang umum terjadi, kamu dapat melakukan penanganan awal.
Penanganan masalah pada perangkat keras, pada umumnya dapat dilakukan dengan cara memeriksa terlebih dahulu pemasangan hardware atau perangkat keras, baik ke dalam slot, maupun pemasangan kabel. Beberapa tanda yang menunjukkan kerusakan lebih parah, adalah munculnya bau-bau hangus atau terbakar. Hal ini karena terjadi panas berlebih akibat banyak nya debu yang menempel, kotoran atau kerusakan dan korsleting dalam komputer.

Rusaknya power supply merupakan penyebab utama munculnya bau seperti terbakar atau hangus ini. Apabila kerusakan tersebut menyebabkan cacat pada sebuah komponen sistem komputer, penanganan sebaiknya dilanjutkan kepada teknisi komputer. karena untuk meperbaiki sebuah komponen memerlukan penanganan para ahli yang lebih tinggi dan tidak dianggap sebagai penanganan awal.

Penanganan masalah pada perangkat lunak dapat dilakukan dengan cepat. Apabila kerusakan terjadi pada aplikasi dan tidak dapat dilakukan perbaikan, maka langkah awal yang harus anda lakukan adalah dengan melakukan instal ulang terhadap aplikasi tersebut.
Demikian juga dengan kerusakan yang terjadi pada sistem operasi dan tidak dapat diperbaiki, lakukan instal ulang sistem operasi. Namun sebelum melakukan instalasi ulang sistem operasi, lakukan lah pem back-up an  data untuk menghindari terjadinya kehilangan data secara tidak disengaja.
Mungkin itu tatacara menganalisa Troubleshooting Komputer, semoga bermanfaat.