Pengertian BIOS dan Fungsinya

Pengertian BIOS dan Fungsinya - BIOS merupakan sebuah istilah singkatan dari Basic Input Output System yang ada pada level paling dasar terdiri dari software level rendah yang fungsinya untuk mengontrol sistem perangkat keras.

Pada dasarnya bios menghubungkan antara hardware dan software pada sebuah sistem. Namun sebagian orang mengetahui istilah BIOS berdasarkan nama lain device driver atau driver saja. Sekarang bios sering juga disebut Firmware karena bios tergolong perangkat lunak yang disimpan dalam media penyimpanan namun bersifat Read Only Memory.

BIOS atau basic input output system merupakan istilah tunggal yang menggambarkan semua driver atau program kontrol perangkat keras level rendah pada sebuah sistem yang bekerja secara bersama-sama bertindak sebagai satu interfase antara perangkat keras dan perangkat lunak.

Pengertian BIOS dan Fungsinya
Bios


Terkadang sulit juga membedakan atau memahami perbedaan perangkat keras komputer dan perangkat lunak pada sebuah sistem komputer. Baca juga pengertian sistem komputer di sini http://www.pintarkomputer.org/2015/02/sistem-komputer.html

BIOS
Sebuah sistem komputer dua-duanya sama-sama terjalin operasi yang dibakar atau burn dalam 1 Chip ROM yang non volatile atau tidak bisa dihapus ketika mati dan juga read only, ini merupakan bagian utama dari BIOS. Dan BIOS juga memasukan chip rom yang terinstal pada adapter yang semua perangkat tambahan lainnya juga di load ketika sistem boot up.

Gabungan motherboard BIOS bios card adapter dan device driver diambil dari disk membentuk BIOS secara keseluruhan bagian dari bios yang diisikan ke dalam chip bios, baik pada motherboard atau beberapa card adapter yang terkadang disebut Firmware, sebuah nama yang diberikan untuk software yang disimpan pada chip. Ini membuat orang-orang berpikir salah tentang BIOS dengan menganggapnya sebagai komponen hardware.

Sistem komputer digambarkan sebagai serangkaian lapisan beberapa hardware dan beberapa software yang meginterface satu sama lain, yang paling mendasar membagi sebuah komputer kedalam 4 layer primer dan masing-masing dapat dibagi kedalam sub-set.

Tujuan desain adalah membuat sistem operasi dan aplikasi dapat berjalan pada hardware yang berbeda.

Pada arsitektur layer program software aplikasi berbicara pada sistem operasi melalui api application programming interface bervariasi tergantung sistem operasi yang Anda gunakan, dan terdiri dari berbagai perintah dan fungsi yang dapat dilakukan oleh sistem operasi untuk sebuah aplikasi. sebagai contoh sebuah aplikasi dapat meminta sistem operasi untuk menyimpan sebuah file.

Dengan demikian aplikasi itu sendiri tidak harus mengetahui bagaimana membaca disk dan mengirim data ke printer atau melakukan berbagai fungsi lainnya yang dapat dilakukan oleh sistem operasi, aplikasi sepenuhnya terpisah dari hardware. Karena pada dasarnya anda dapat menjalankan aplikasi yang sama pada mesin  yang berbeda, dan  aplikasi didesain untuk berkomunikasi dengan sistem operasi daripada perangkat keras .

Sistem operasi kemudian menginterfase melalui bios atau driver layer. Bios terdiri dari semua driver individual yang beroperasi antara sistem operasi dan perangkat keras aktual, sistem operasi tidak pernah berbicara pada hardware secara khusus bahkan ia harus selalu mendapatkan driver yang tepat.

Baca juga : Cara Masuk BIOS
 
Fungsi BIOS
BIOS dalam sistem komputer merujuk kepada kumpulan program atau perangkat lunak yang mampu melakukan beberapa proses sebagai berikut:

1. Penyalaan dan pengujian terhadap perangkat keras (hardware) dalam suatu proses yang disebut dengan Power On Self Test atau POST
2. Memuat serta menjalankan sistem operasi
3. Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer seperti tanggal, waktu, media penyimpanan, proses booting, kinerja, dan kestabilan computer
4. Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.

Keberaaan BIOS dalam sistem komputer mempunyai fungsi yang sangat penting dalam mengelola sumber daya computer. Fungsi BIOS tersebut antara lain ialah:

1. Mengenali semua perangkat keras komputer yang telah terpasan, seperti Harddisk, CD/DVD-Rom.
2. Mengetahui spek dari masing-masing perangkat keras komputer, seperti kapasitas dan merk harddisk atau CD/DVD-Rom.
3. Melakukan pengujian terhadap semua perangkat keras yang terpasang yang dikenal dengan istilah Power On Self Test.
4. Menentukan perubahan pengaturan tanggal dan waktu
5. Menentukan urutan booting yang akan digunakan untuk melakukan proses instalasi sistem operasi.
 
Baca juga : Pengertian Sistem Operasi dan Fungsinya

- Perkembangan Sistem Operasi Open Source
- Jenis Jenis Sistem Operasi

Komponen Bios
a. Program BIOS Setup yang memungkinkan pengguna untuk mengganti konfigurasi komputer (jenis harddisk, disk drive, manajemen daya listrik, kinerja komputer.) sesuai dengan keinginan pengguna. BIOS menyembunyikan secara detail cara pengaksesan perangkat keras yang cukup sulit apabila dilakukan secara langsung.

b. Driver untuk berbagai perangkat keras dasar. contohnya adalah video adapter, perangkat masukan (input), prosesor, dan beberapa perangkat lainnya untuk sistem operasi dasar 16-bit (dalam hal ini adalah keluarga DOS).

c. Program bootstraper utama merupakan program yang memungkinkan komputer dapat melakukan proses booting ke dalam sistem operasi yang terpasang dalam komputer

Kesimpulan !!! Bios adalah singkatan dari Basic Input Output System yang disimpan dalam chip memori dan berfungsi untuk mengontol dan mengendalikan berbagai perangkat keras.


Download artikel diatas secara GRATIS dalam format Pdf

Bagikan melalui Facebook / Twitter / Google Plus untuk melihat Link Download

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Pintar Komputer
Pintar Komputer Updated at: 01.04

Related : Pengertian BIOS dan Fungsinya