Bahas Tuntas Teknologi Informasi dan Komunikasi

Sabtu, 11 Maret 2017

Pengertian BIOS dan Fungsinya

Pengertian BIOS dan Fungsinya - Apa itu BIOS? BIOS singkatan dari basic input output memory merupakan sebuah program atau perangkat lunak antarmuka tingkat rendah yang berfungsi mengendalikan atau mengontrol perangkat keras yang terpasang pada komputer.BIOS (basic input output memory)  disimpan atau ditanamkan di dalam ROM (read only memory).

BIOS (basic input output memory) menyediakan antarmuka komunikasi tingkat rendah, dan dapat mengendalikan banyak jenis perangkat keras (seperti keyboard). Karena kedekatannya dengan perangkat keras, BIOS (basic input output memory) umumnya dibuat dengan menggunakan bahasa rakitan (assembly) yang digunakan oleh mesin yang bersangkutan.

BIOS (basic input output memory) pertama kali muncul dalam sistem operasi CP/M. BIOS (basic input output memory) merupakan bagian dari CP/M yang dimuat pada saat proses booting dimulai Beberapa mesin yang menjalankan CP/M memiliki boot loader sederhana dalam ROM). 

Pengertian BIOS dan Fungsinya
Pengertian BIOS dan Fungsinya


Kebanyakan versi DOS memiliki sebuah berkas yang disebut “IBMBIO.COM” (IBM komputer pribadi-DOS) atau “IO.SYS” (MS-DOS) yang berfungsi sama seperti halnya CP/M disk BIOS (basic input output memory)

2) ROM NV ROM
BIOS (basic input output memory) juga sering disebut sebagai ROM BIOS (basic input output memory) karena pada awalnya BIOS (basic input output memory) disimpan dalam chip memori hanya baca (ROM) dalam motherboard. Sehingga BIOS (basic input output memory) dapat dieksekusi pada waktu komputer dinyalakan.

BIOS (basic input output memory) dalam komputer komputer pribadi modern disimpan dalam chip ROM yang dapat ditulisi ulang secara elektrik atau Flash ROM. Saat ini Flash BIOS (basic input output memory) lebih populer dibandingkan dengan ROM BIOS (basic input output memory).

Meskipun BIOS (basic input output memory) disimpan dalam memori hanya baca, konfigurasi BIOS (basic input output memory) tidak disimpan dalam ROM melainkan sebuah chip terpisah yang disebut sebagai Real-time clock (RTC). RTC ini berupa sebuah Non-Volatile Random Access Memory (NVRAM).

NVRAM juga sering disebut sebagai Complimentary Metal-Oxide Random Access Memory (CMOS RAM), Karena menggunakan metode pembuatan CMOS, NVRAM membutuhkan daya yang sangat kecil agar dapat bekerja. Meskipun disebut non-volatile, NVRAM sebenarnya merupakan sebuah chip yang volatile, sehingga data yang tersimpan di dalamnya dapat terhapus dengan mudah. NVRAM "dihidupi" oleh sebuah baterai (mirip baterai kalkulator atau jam) dengan bahan Litium dengan seri CR-2032.

Sebuah baterai Litium CR-2032 dapat menghidupi NVRAM selama tiga hingga lima tahun. Jika daya dalam baterai habis, atau daya yang disuplainya terputus (akibat dicabut dari slotnya), maka semua konfigurasi akan dikembalikan ke kondisi standar, sesuai ketika BIOS (basic input output memory) tersebut diprogram oleh pabrikan. BIOS (basic input output memory) umumnya memberikan laporan CMOS Checksum Error atau NVRAM Checksum Error.

Pengertian BIOS dan Fungsinya
Tampilan BIOS (basic input output memory) saat NVRAM mengalami kerusakan atau saat baterai litium CR-2032 habis dayanya atau dicabut dari slotnya


3) Fungsi BIOS (basic input output memory)
BIOS (basic input output memory) dalam sistem komputer merujuk kepada kumpulan program atau perangkat lunak yang mampu melakukan beberapa proses sebagai berikut:
1. Inisialisasi atau penyalaan dan pengujian terhadap perangkat keras dalam suatu proses yang disebut dengan Power On Self Test atau POST
2. Memuat dan menjalankan sistem operasi. Baca juga : Pengertian Sistem Operasi
3. Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting, kinerja,serta kestabilan komputer)
4. Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS (basic input output memory) Runtime Services.

Keberadaan BIOS (basic input output memory) dalam sistem komputer mempunyai fungsi dan peranan yang sangat penting dalam mengelola sumber daya komputer, sebelum fungsi tersebut dikelola oleh sistem operasi.

Fungsi BIOS (basic input output memory) tersebut antara lain ialah :
1. Mengenali semua perangkat keras komputer pribadi yang telah terpasang (selesai di-rakit), seperti Harddisk, CD/DVD-Rom.
2. Mengetahui spesifikasi dari masing-masing perangkat keras komputer pribadi, seperti kapasitas, dan merk harddisk atau CD/DVD-Rom.
3. Melakukan pengujian terhadap semua perangkat keras komputer pribadi yang terpasang yang dikenal dengan istilah Power On Self Test.
4. Menentukan perubahan pengaturan date and time.
5. Menentukan urutan booting yang akan digunakan untuk melakukan proses instalasi system operasi.
6. Mengeksekusi MBR ( Master Boot record ) yang berada pada sector pertama pada harddisk, yang fungsinya ialah untuk memanggil sistem operasi dan menjalankannya.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian BIOS dan Fungsinya

0 komentar:

Posting Komentar