Bahas Tuntas Teknologi Informasi dan Komunikasi

Kamis, 16 Maret 2017

Pengertian BOOT LOADER dan Fungsinya

Pengertian BOOT LOADER dan Fungsinya - Boot Loader merupakan suatu program yang tertanam pada suatu sistem operasi. Boot loader digunakan untuk mem-boot atau memanggil sistem operasi yang ada pada hard disk atau media boot lainnya seperti flashdisk (contohnya GRUB dan LILO). Biasanya Boot Loader digunakan untuk memilih sistem operasi yang ada pada harddisk. 

Pada sistem operasi multiboot pada hard disk tersebut memiliki lebih dari satu sistem operasi. Boot Loader ini, dimuat pada BIOS (Basic Input Output System) PC, yang kemudian digunakan untuk memanggil kernel suatu sistem operasi. Boot Loader, harus dipasang pada MBR (Master Boot Record) pada harddisk atau media boot lainnya agar sistem operasi yang terdapat pada harddisk atau media boot lainnya bisa di-boot dengan baik. Baca juga : Pengertian Sistem Operasi dan Fungsi Sistem Operasi

Pengertian BOOT LOADER dan Fungsinya
Pengertian BOOT LOADER dan Fungsinya

Bootloader merupakan aplikasi pertama yang dijalankan BIOS (Basic Input Output System) sesaat setelah proses booting. Bootloader akan meload kernel yang menjalankan sistem operasi. Dalam beberapa sistem, terdapat bootloader yang berbeda. Bootloader Windows, berbeda dengan Bootloader Linux, Berbeda juga dengan BSD.

Baca juga: Pengertian BIOS dan Fungsinya

Boot manager merupakan sebuah aplikasi yang terdapat hampir di seluruh sistem operasi. Boot manager ini digunakan untuk sistem operasi multipleboot. Dengan boot manager, pengguna dapat mengatur proses booting. Jika anda menginginkan beberapa sistem operasi dapat dibaca oleh BIOS (Basic Input Output System) tanpa menggunakan Disk Boot, maka dibutuhkan Boot Loader program yang terinstall pada MBR ( Master Boot Record ).

Boot loader program dimuat di dalam BIOS (Basic Input Output System) PC dan  bertugas untuk membaca kernel yang ada di dalam suatu sistem operasi serta memberi kendali terhadap jalannya sistem pada kernel. Kernel akan dapat melakukan inisiasi pada sistem serta mengendalikannya.

Sebagai contoh, saat Anda ingin menggunakan dua sistem operasi pada satu PC, contoh ingin menginstall ubuntu dimana Anda telah menginsta windows vista di PC. Apabila ubuntu telah terinstall di hardisk maka secara otomatis ubuntu akan mengeluarkan pilihan booting untuk multiple boot.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian BOOT LOADER dan Fungsinya

0 komentar:

Posting Komentar