Bahas Tuntas Teknologi Informasi dan Komunikasi

Selasa, 14 Maret 2017

Pengertian Booting dan Jenisnya

Pengertian Booting dan Jenisnya - Apa itu Booting? Booting adalah suatu proses awal untuk menyalakan atau menghidupkan komputer.  Proses booting komputer akan memeriksa perangkat keras (hardware) komputer sebelum digunakan. Proses ini pada hakekatnya adalah menyalurkan atau memasukkan arus listrik ke dalam perangkat komputer sehingga computer dapat berkomunikasi dengan pengguna. 

Pengertian Booting dan Jenisnya
Pengertian Booting dan Jenisnya

Secara umum proses-proses yang dilakukan saat proses booting sebuah komputer adalah sebagai berikut:

1. Saat komputer dihidupkan, memorinya masih kosong. Belum ada instruksi yang dapat dieksekusi oleh prosesor. Karena itu, prosesor dirancang untuk selalu mencari alamat tertentu di BIOS (basic input output memory) ROM. Pada alamat tersebut, terdapat sebuah instruksi jump yang menuju ke alamat eksekusi awal BIOS (basic input output memory). Setelah itu, proses menjalankan power-on-self test (POST), yaitu memeriksa kondisi hardware yang ada.

2. Sesudah itu, BIOS (basic input output memory) mencari video card. Secara khusus, dia mencari program BIOS (basic input output memory) milik video card. Kemudian sistem BIOS (basic input output memory) menjalankan video card BIOS (basic input output memory). Barulah setelah itu, video card diinisialisasi.

3. Kemudian BIOS (basic input output memory) memeriksa ROM pada hardware yang lain, apakah memiliki BIOS (basic input output memory) tersendiri apakah tidak. Jika ya, maka akan dieksekusi juga. Baca juga : Pengertian BIOS dan Fungsinya

4. BIOS (basic input output memory) melakukan pemeriksaan lagi, missal memeriksa besar memori dan jenis memori. Lebih lanjut lagi, dia memeriksa hardware yang lain, seperti disk. Lalu dia mencari disk dimana proses boot bias dilakukan, yaitu mencari boot sector. Boot sector ini bisa berada di hard disk atau floppy disk.


Jenis Jenis BOOTING
Booting Dingin (Cold Booting)
Secara umum proses booting dikelompokan menjadi dua macam yaitu booting dingin (cold booting) dan booting panas (warm booting). Cold Booting adalah suatu proses menghidupkan komputer pada saat komputer dalam keadaan mati atau dingin. 

Langkah-langkah yang dilakukan dalam proses booting dingin yaitu :

Masukkan Kabel Power komputer kedalam kotak kontak listrik.

Pastikan bahwa peralatan komputer (monitor, keyboard, mouse, dan perangkat lainnya sudah terpasang dengan benar.

Tekan tombol power pada casing komputer, maka proses yang dilakukan oleh komponen komputer sebagai berikut adalah: “Ketika arus listrik dalam keadaan baik, maka PSU (Power Supply) akan mengirimkan sinyal ke chip-chip motherboard bahwa komputer siap dinyalakan. Selanjutnya BIOS (basic input output memory) ROM akan mengluarkan program BOOT, yang kemudian  akan dicek dan dilihat oleh Processor untuk tahap selanjutnya. Baca juga : Pengertian Power Supply

Jika ketika proses BOOT terjadi kesalahan maka BIOS (basic input output memory) akan memberikan kode POST error seperti kode beep atau kode post pada layar. Dan proses akan terhenti sampai masalah terselesaikan

BIOS (basic input output memory) pada VGA card akan mengecek keadaan VGA tersebut dan kemudian mengidentifikasinya.

BIOS (basic input output memory) utama akan mencari hardware-hardware yang menggunakan BIOS (basic input output memory).

Start Up. “BIOS (basic input output memory) akan menampilkan layar start up pada layar monitor.”

Memory BIOS (basic input output memory). “BIOS (basic input output memory) akan menguji keadaan memori (RAM)”

Hardware BIOS (basic input output memory). “BIOS (basic input output memory) akan mencari dan menguji hardware-hardware yang tersambung dengan komputer.”

PnP (Plug and Play) BIOS (basic input output memory). “BIOS (basic input output memory) akan membaca dan konfigurasi hardware atau perangkat PnP (USB Flash Disk, Printer, USB Keyboard, USB Mouse, dll) secara otomatis.”

BIOS (basic input output memory) Screen Configuration. BIOS (basic input output memory) akan menampilkan kesimpulan konfigurasi.

BOOT Drive. “BIOS (basic input output memory) akan mencari drive untuk melakukan boot seperti yang diatur pada boot sequence.”

BOOT Record. “Setelah proses pencarian drive selesai, BIOS (basic input output memory) akan mencari frist boot device dalam urutan yang memiliki MBR (Master Boot Record) dalam Harddrive, Floppy, atau CD Drive.”

Operating System. “BIOS (basic input output memory) memulai proses boot pada sistem operasi yang ada pada drive.” Baca juga : Pengertian Sistem Operasi

“Jika BIOS (basic input output memory) tidak menemukan BOOT Table Hardware, maka sistem akan berhenti.”

Booting panas (Warm Booting)
Sementara itu booting panas (Warm Booting) adalah proses booting komputer yang mana komputer sudah dalam keadaan hidup. 

Langkah-langkah yang dilakukan dalam proses booting panas antara lain adalah :

Pastikan komputer masuk pada sistem operasi. Lakukan lah restart pada komputer anda dengan memilih menu yang ada pada Sistem operasi.

Ketika komputer belum masuk ke Sistem Operasi, tekan tombol CTRL+ALT+DEL.

Tekan tombol reset yang ada pada casing komputer. Maka proses yang terjadi adalah : “Ketika arus listrik dalam keadaan baik, maka PSU (Power Supply) akan mengirimkan sinyal ke chip-chip motherboard bahwa komputer siap dinyalakan.” Selanjutnya BIOS (basic input output memory) ROM akan mengluarkan program BOOT, yang kemudian akan dicek dan dilihat oleh Processor untuk tahap selanjutnya.

Jika ketika proses BOOT terjadi kesalahan maka BIOS (basic input output memory) akan mem- berikan kode POST error seperti kode beep atau kode post pada layar. Dan proses akan terhenti sampai masalah terselesaikan.

BIOS (basic input output memory) pada VGA card akan mengecek keadaan VGA tersebut dan kemudian mengidentifikasinya.

BIOS (basic input output memory) utama akan mencari hardware-hardware yang menggunakan BI-OS.

Start Up. “BIOS (basic input output memory) akan menampilkan layar start up pada layar monitor.”

Memory BIOS (basic input output memory). “BIOS (basic input output memory) akan menguji keadaan memori (RAM)”

Hardware BIOS (basic input output memory). “BIOS (basic input output memory) akan mencari dan menguji hardware-hardware yang tersambung dengan komputer.”

PnP (Plug and Play) BIOS (basic input output memory). “BIOS (basic input output memory) akan membaca dan konfigurasi hard- ware atau perangkat PnP (USB Flash Disk, Printer, USB Keyboard, USB Mouse, dll) secara otomatis.”

BIOS (basic input output memory) Screen Configuration. BIOS (basic input output memory) akan menampilkan kesimpulan konfig- urasi.

BOOT Drive. “BIOS (basic input output memory) akan mencari drive untuk melakukan boot seperti yang diatur pada boot sequence.”

BOOT Record. “Setelah proses pencarian drive selesai, BIOS (basic input output memory) akan mencari frist boot device dalam urutan yang memiliki MBR (Master Boot Record) dalam Harddrive, Floppy, atau CD Drive.”

Operating  System.  “BIOS (basic input output memory) memulai proses boot pada sistem operasi yang ada pada drive.”

“Jika BIOS (basic input output memory) tidak menemukan BOOT Table Hardware, maka sistem akan berhenti.”
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian Booting dan Jenisnya

1 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus