Bahas Tuntas Teknologi Informasi dan Komunikasi

Selasa, 07 Maret 2017

Perangkat Lunak Input dan Output

Perangkat Lunak Input dan Output - Pemanfaatan perangkat lunak untuk mengelola Input dan Output ini pada dasarnya yaitu mengorganisasikan perangkat lunak dalam beberapa layer dimana level bawah menyembunyikan akses atau kerumitan perangkat keras untuk level diatasnya. Level akan berfungsi sebagai antar muka atau interface ke pengguna. Adapun kriteria, karakteristik atau tujuan perangkat lunak Input dan Output yaitu :

a. Konsep dalam desain perangkat lunak Input dan Output, merupakan device independence dan tidak bergantung pada device yang digunakan.

b. Penamaan yang seragam / Uniform Naming. Penamaan file berkas atau perangkat yaitu string atau integer dan harus sederhana, tidak bergantung pada device Contoh : seluruh disks dapat dibuat dengan hirarki sistem file (menggunakan NPS).
c. Penanganan kesalahan / Error Handling. Error harus ditangani sedekat mungkin dengan perangkat keras. Contoh : pertama controller, device driver, dst.
d. Synchronous (blocking) dan Asynchronous (Interrupt Driver) transfer umumnya Input dan Output yaitu asinkron. Pemroses memulai transfer dan mengabaikan untuk melakukan kerja lain sampai interupsi tiba. Program pemakai  sangat  lebih  mudah  ditulis  jika  operasi  Input dan Output  berorientasi blok.

Setelah perintah read, pemrogram ditunda secara otomatis sampai data tersedia di buffer.
e. Sharable vs Dedicated Device. 
Beberapa perangkat dapat dipakai bersama seperti disk, tapi ada juga perangkat yang hanya satu pemakai yang dibolehkan memakai pada satu saat. Misal : disk untuk sharable dan printer untuk dedicated

Untuk mengimplementasikan tujuan atau kriteria diatas perangkat lunak Input dan Output dipisahkan dalam empat layer, yaitu :
a. Interrupt Handler
Interrupt harus disembunyikan agar tidak terlihat rutin berikutnya. Device driver di blok saat perintah Input dan Output diberikan dan  menunggu interupsi. Ketika interupsi terjadi, prosedur penanganan interupsi bekerja agar device driver keluar dari state blocked.

b. Device Drivers.
Seluruh kode device dependent terletak di device driver. Setiap device driver menangani satu tipe / satu kelas device. Tugas dari device driver untuk menerima permintaan abstrak dari perangkat lunak device independent diatasnya dan melakukan layanan sesuai permintaan / mengeksekusinya.

c. Device Independent Operating System perangkat lunak. 
Input dan Output device independent yaitu : perangkat lunak Input dan Output yang tak bergantung pada perangkat keras.

Fungsi dasar dari perangkat lunak device-independent yaitu:
1) membentuk fungsi Input dan Output yang berlaku untuk semua device dan
2) menyediakan interface uniform yang seragam ke user level perangkat lunak.
3) memberikan penamaan  device.
4) memberikan proteksi device.
5) Memberi ukuran blok device agar bersifat device-independent.
6) Melakukan Buffering.
7) mengalokasi penyimpanan pada blok devices.
8) menglokasi dan pelepasan dedicated devices.
9) melakukan pelaporan kesalahan.

d. User Space Input dan Output perangkat lunak atau lapisan pustaka. 
Sebagian besar perangkat lunak Input dan Output ada di dalam sistem operasi yang di link dengan user program. System call termasuk Input dan Output, biasanya dalam bentuk prosedur (library procedures). Contoh: count = write (fd,buffer,nbytes). Input dan Output  prosedur  dengan level lebih tinggi, contohnya: instruksi printf (memformat output terlebih dahulu kemudian panggil write).

Yang tidak mempunyai library procedure, contohnya: spooling directory dan daemon (proses khusus) pada proses mencetak, transfer file. Lapisan ini mengimplementasikan pustaka pengaksesan Input dan Output atau API (Application Programming Interface) bagi aplikasi untuk melakukan operasi Input dan Output Misal: pustaka WIN32 sub system yang menyediakan API untuk operasi Input dan Output dan juga operasi grafis pada Sistem Operasi Windows. Baca juga : Pengertian Sistem Operasi dan Fungsi Sistem Operasi

Lapisan sistem Input dan Output dan fungsi utama dari setiap layer

3)  DISK
Disk yaitu merupakan media penyimpanan data yang bersifat  permanan. Kelebihan disk dibanding main memory untuk penyimpanan  yaitu:
1) kapasitas penyimpanan yang tersedia lebih besar.
2) harga per-bit-nya lebih rendah.
3) informasi tidak hilang meskipun power off.

Disk diorganisasikan menjadi silinder-silinder dengan setiap permukaan terdapat head yang ditumpuk secara vertikal. Track terbagi menjadi sektor-sektor.

Tiga kriteria atau faktor yang digunakan sebagai tolak ukur performa hardisk yang mempengaruhi waktu read/write block disk yaitu :1) seek time (waktu menggerakkan lengan ke silinder), 2) rotational delay (waktu sector berputar ke head) dan transfer time yang sangat dominan yaitu seek time, jadi performance dapat ditingkatkan dengan mengurangi waktu rata-rata seek.

Perangkat Lunak Input dan Input

RAM disk yaitu disk driver yang disimulasikan pada memori akses acak (RAM). RAM disk sepenuhnya mengeliminasi waktu tunda yang disebabkan pergerakan mekanis dalam seek dan rotasi.

RAM disk berguna untuk aplikasi yang memerlukan kinerja disk yang tinggi. Devices block yaitu media penyimpanan dengan dua perintah: R (read) dan W (write). Normalnya blok-blok disimpan di disk berputar yang memerlukan mekanisme fisik.

Pada dasarnya seperti driver dengan mengalokasikan terlebih dahulu satu bagian memori utama untuk menyimpan blok-blok data.

Keuntungannya yaitu: berkecepatan tinggi karena pengaksesan sesaat / instant, tidak ada jeda seek dan waktu tunda rotasi. Sangat cocok untuk menyimpan program atau data yang sering diakses.
Beberapa kesalahan yang terjadi terjadi berkaitan dengan Input dan Output atau akses hardisk dan penanganan kesalahan Input dan Output atau Input dan Output Error Handling secara umum yaitu sebagai berikut:
1. Error pemrograman, yaitu kesalahan yang disebabkan pemrograman. contohnya : request sektor yang tidak ada.
Penanganannya: pembetulan program untuk komersial perangkat lunak, batalkan operasi dan berharap tidak akan terjadi lagi.
2. Error checksum transient, yaitu kesalahan yang disebabkan adanya debu diantara head dengan permukaan disk.
Penanganannya : lakukan operasi berulang-ulang dan menandai sector yang rusak.
3. Error checksum permanent, yaitu kesalahan yang disebabkan kerusakan disk. contohnya harus dibuat daftar blok-blok buruk agar data tidak ditulisi di blok- blok buruk.

4. Error seek, yaitu kesalahan ini ditanggulangi dengan mengkalibrasi disk supaya berfungsi kembali. contohnya lengan harusnya ke silinder 6 ternyata ke 7. Penanganannya : kalibrasi ulang.

5. Error controller. Kesalahan ini ditanggulangi dengan menukar pengendali yang salah dengan pengendali yang baru. contohnya controller menolak perintah akses. Penanganannya : reset.

6. Track at time caching. Kontroller mempunyai memori untuk menyimpan informasi track dimana ia berada, permintaan pembacaan blok track tersebut dilakukan tanpa pergerakan mekanik.

4) Mengelola perangkat Input dan Output dengan device manajer.
Memahami driver perangkat yang telah diinstal akan memudahkan proses penanganan jika terjadi masalah atau melakukan konfigurasi perangkat secara lebih rinci. Dalam memperoleh informasi lengkap tentang konfigurasi suatu perangkat dapat dimulai dengan mengakses device manager.

Device manager yaitu sebuah alat bantu grafis yang menyediakan informasi mengenai perangkat-perangkat yang telah terinstal. Untuk menjalankan device meneger dapat dilakukan dengan beberapa langkah sebagai berikut:

- Klik start menu, pada text box search program and file ketik device. Dibawah kategori control panel (30) Klik device manajer maka jendela device manager.
- Melalui text box pencarian atau command prompt ketik devmgmt.msc dibawah kategori program(1) klik devmgmt.msc maka maka jendela device manager akan ditampilkan
- Klik kanan pada icon computer di start menu atau pada folder panes di windows explorer dan pilih device manager dari panel kiri konsol computer managemen yang berada pada system tools
- Klik start menu kemudian pilih control panel, buka system and security, pada group system klik device manager
www.google.com
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Perangkat Lunak Input dan Output

0 komentar:

Posting Komentar