Bahas Tuntas Teknologi Informasi dan Komunikasi

Kamis, 13 Juli 2017

Instalasi Sistem Operasi Jaringan

Instalasi Sistem Operasi Jaringan - Instalasi merupakan hal yang paling awal dilakukan sebelum membangun server. Instalasi ini mencakup dua hal, instalasi perangkat keras dan perangkat lunak. Sebagai server yang akan melayani komunikasi antar jaringan, maka sebuah server minimal harus mempunyai 2 kartu jaringan. Satu untuk jaringan internal dan lainnya untuk jaringan eksternal. 
Persyaratan lainnya dalam instalasi server mengikuti syarat umum instalasi Sistem Operasi, seperti:
- Jumlah  RAM yang diperlukan
- Besar ruang harddisk yang akan digunakan
- Tipe dan kecepatan prosesor
- Resolusi video / layar (diperlukan untuk sistem operasi GUI)

Informasi ini biasanya sudah disediakan oleh perusahaan penyedia sistem operasi yang bersangkutan. Misal, untuk Sistem Operasi Debian Wheezy dengan Desktop memerlukan syarat perangkat komputer seperti berikut ini.
- Prosesor minimal Pentium IV 1 GHz
- RAM minimal 128 MB (Disarankan 512 MB)
- Harddisk minimal 5 GB

METODE INSTALASI SISTEM OPERASI
Sistem operasi diinstall ke dalam bagian tertentu dari harddisk. Lokasi tertentu ini biasa dikenal dengan istilah partisi disk. Terbisa sejumlah metode yang bisa digunakan untuk menginstall sistem operasi. Penentuan metode ini bisa didasarkan pada kondisi hardware, persyaratan sistem operasinya sendiri dan kebutuhan user. Berikut ini merupakan empat pilihan jenis instalasi sistem operasi:

1. Instalasi Baru
Opsi ini bisa digunakan Jika jaringan yang akan dibangun adalah jaringan baru, ataupun adanya penambahan perangkat server baru yang tidak mendukung sistem operasi jaringan yang ada saat ini. Jika memilih opsi ini maka semua data pada partisi terpilih akan dihapus. Jika ada aplikasi yang sudah terinstal sebelumnya pada sistem operasi lama, maka nanti perlu diinstal kembali.
Instalasi Sistem Operasi Jaringan


2. Upgrade
Opsi ini banyak digunakan pada sistem-sistem jaringan yang sudah berjalan. Opsi ini dilakukan biasanya karena adanya perbaikan fitur yang ada pada sistem operasi yang digunakan, termasuk juga karena fitur baru yang memang diperlukan. Dengan memilih opsi ini aplikasi yang sudah terinstal sebelumnya kemungkinan akan tetap bisa digunakan sesudah upgrade. Opsi upgrade ini hanya akan mengganti file-file sistem operasi sebelumnya dengan yang baru.

3. Multi-boot
Jika disyaratkan untuk ada lebih dari satu sistem operasi dalam satu komputer, maka opsi ini bisa dipilih untuk memungkinkan penggunaan lebih dari satu sistem operasi. Nantinya, setiap sistem operasi akan ditempatkan pada partisinya masing- masing. Oleh karena itu, perlu ada persiapan partisi sebelum melakukan instalasi multi-boot ini.
Instalasi Sistem Operasi Jaringan


4. Virtualisasi

Virtualisasi ini merupakan teknik yang memungkinkan instalasi sistem operasi dilakukan diatas sistem operasi yang ada saat ini. Tidak dalam partisi tertentu namun dalam suatu file tertentu. File ini merupakan perwakilan dari suatu sistem komputer virtual. Satu komputer bisa mempunyai lebih dari satu komputer virtual. Oleh karena itu, instalasi lebih dari satu sistem operasi juga dimungkinkan dengan teknik ini. Beberapa aplikasi yang memungkinkan untuk membuat sistem virtual ini adalah VirtualBox, VMWare, dan Virtual PC.
Instalasi Sistem Operasi Jaringan


Sebelum melakukan instalasi sistem operasi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni:
- Struktur partisi yang akan digunakan
Salah satu teknik yang digunakan untuk mengamankan data yang ada di komputer adalah dengan membuat partisi yang berbeda untuk sistem dan data. Dengan adanya pemisahan ini akan memungkinkan nantinya sistem tersebut di-upgrade tanpa mempengaruhi datanya. Pembagian ini juga bisa membantu dalam proses backup dan restore.

- Penentuan jenis sistem file
Sistem file merupakan sistem manajemen file yang diterapkan sistem operasi untuk mengelola file-file yang tersimpan di harddisk. Ada banyak sistem file yang sudah dikembangkan saat ini. Beberapa yang sering digunakan adalah FAT16/32, NTFS, HPFS, ext2, ext3, ext4. Setiap sistem operasi bisa mempunyai lebih dari satu sistem file. Seperti Linux Ubuntu yang bisa mengelola hampir semua sistem file yang ada saat ini. Setiap sistem file yang dipilih mempunyai kekurangan dan kelebihannya masing- masing.

Saat ini sudah banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk mengolah partisi dan sistem file pada harddisk. Perubahan partisi yang dilakukan sesudah instalasi bisa memungkinkan terjadinya kehilangan data. Oleh karena itu, diperlukan adanya perencanaan yang baik terkait penentuan struktur dan sistem file yang akan digunakan.

Baca juga: Jenis Jenis Sistem Operasi Komputer

Ada banyak partisi yang bisa dibuat untuk sistem operasi Linux. Berikut ini merupakan partisi-partisi yang umum digunakan.
- /, adalah partisi utama (root) pada sistem operasi Linux. Peranannya mirip seperti drive C: pada tampilan jendelas XP. Pada setiap instalasi Linux ini merupakan partisi selalu harus dibuat. Sistem file yang biasa digunakan untuk memformat partisi ini adalah ext4. Minimal besarnya partisi ini adalah 5 GB. Disarankan minimal 8 GB agar lebih leluasa menginstall program lainnya.

- /home, adalah partisi untuk user. Partisi ini bisa berisi data user. Data disini bisa berupa dokumen, gambar, audio, video dan konfigurasi aplikasi user. Ini serupa dengan folder Documents and settings atau Users pada tampilan jendelas. Partisi ini bisa dijadikan satu dengan partisi root (/) atau pada partisi sendiri. Sistem file pada partisi juga biasanya menggunakan ext4. Besarnya partisini ini bisa ditentukan berdasarkan banyaknya data yang kemungkinan akan dihasilkan.

- /boot, merupakan partisi yang berisikan aplikasi booting (menjalankan) sistem operasi. Partisi ini bisa tidak dibuat. Kalau dibuat akan berguna nantinya pada saat instalasi multi-boot sistem operasi. Sistem filenya juga secara umum bisa menggunakan ext4.

- swap, adalah partisi RAM pada sistem Linux. Partisi ini bisa digunakan sebagai RAM tambahan (memori virtual). Ini berguna pada saat sistem kehabisan RAM (fisik). Semakin banyak jumlah aplikasi yang dijalankan semakin besar jumlah RAM yang digunakan. Pada saat sistem kehabisan RAM, Linux bisa menggunakan partisi swap ini sebagai RAM tambahan. Dalam Linux ada istilah swapping yang digunakan untuk menunjukkan proses pemindahan page dari memori RAM ke swap. Page adalah blok- blok pada memori. Ukuran dari partisi ini minimal sama dengan besarnya RAM yang ada. Namun disarankan agar besarnya swap dua kali RAM.

Silahkan cek link https://help.ubuntu.com/community/SwapFaq dan http://www.dd- wrt.com/wiki/index.php/Linux_SWAP untuk penjelasan lebih lanjut mengenai swap.

Sistem operasi Linux merupakan sistem operasi yang mempunyai sangat banyak varian. Varian ini dikenal dengan istilah distro. Bagi pemula terkadang kesulitan untuk menentukan distro Linux yang mau digunakan. Berikut ini adalah dua situs yang bisa dijadikan referensi pemilihan distro Linux-nya.
- http://distrowatch.com/, pada situs ini akan ditampilkan data statistik setiap distro linux yang ada diurutkan mulai dari yang terbanyak. Sampai saat tulisan ini dibuat tiga distro teratas pada minggu ini adalah Linux Mint, Ubuntu dan Debian. Selain itu ada halaman http://w3techs.com/technologies/details/os-linux/all/all yang juga menampilkan statistik penggunaan Linux.

Gambar 6. Situs distrowatch.com sebagai pusat informasi distro Linux

- http://www.zegeniestudios.net/ldc/, pengunjung pada situs ini, yang ingin menentukan distro yang cocok untuknya, akan dipandu dengan pertanyaan-pertanyaan seputar kebutuhan Linux yang diharapkan. Sampai saat buku ini dibuat bahasa yang didukung masih sedikit dengan bahasa utamanya adalah bahasa Inggris. Terbisa sekitar 16 pertanyaan yang akan diberikan. Hasil akhirnya adalah rekomendasi beberapa distro Linux yang mungkin sesuai.

Gambar 7. Situs zetgeniestudios.net sebagai situs pemandu penentuan distro Linux

Setiap distro ada yang merupakan turundan dari distro lainnya, seperti Ubuntu yang merupakan turunan dari Debian dan Mint yang merupakan turunan dari Ubuntu/Debian. Walaupun berbeda setiap distro tetap menjalankan sistem Linux yang sama. Terkait dengan metode instalasi secara umum terbisa beberapa persamaan seperti adanya pembuatan partisi, user, keyboard, dan pewaktuan. Sebagai gambaran berikut ini merupakan poin-poin instalasi sistem operasi Debian.

- Konfigurasi BIOS untuk bisa melakukan boot melalui CD/DVD.
Baca juga: Pengertian BIOS dan Fungsinya
- Pemilihan mode instalasi teks atau grafis (GUI)
- Pemilihan bahasa, lokasi saat ini dan jenis keyboard
- Pengaturan jaringan dan nama host (komputer)
- Penentuan password untuk user root
- Pembuatan user baru
- Penentuan pewaktuan sesuai lokasi saat ini
- Penentuan skema partisi yang akan digunakan
- Pengelolaan sumber paket aplikasi (CD atau mirror)
- Pemilihan aplikasi yang akan diinstall
- Instalasi boot loader.

Ringkasan
Instalasi sistem operasi jaringan melibatkan tidak hanya perencanaan secara aplikasi (perangkat lunak) namun juga perangkat keras yang ada. Ada sejumlah metode yang bisa digunakan untuk instalasi sistem operasi, diantaranya adalah instalasi baru, upgrade, multi- boot dan virtualisasi. Penentuan partisi dan sistem file merupakan hal yang utama dalam instalasi sistem operasi, karena akan bisa menentukan keamanan datanya.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Instalasi Sistem Operasi Jaringan

0 komentar:

Posting Komentar