Bahas Tuntas Teknologi Informasi dan Komunikasi

Rabu, 04 Oktober 2017

Pengertian Hosting dan Contohnya beserta Jenisnya

Pengertian Hosting dan Contohnya - Layanan web hosting adalah layanan internet yang menyediakan sumber daya server untuk disewakan agar organisasi atau individu dapat menempatkan informasi di internet dalam bentuk HTTP, FTP, EMAIL atau DNS.

Jika analoginya, website adalah bangunan, maka hosting adalah sebidang tanah dan domain adalah alamat dari sebidang tanah. Sebuah hosting terdiri dari server atau kombinasi server yang terhubung ke jaringan internet berkecepatan tinggi.

Ada beberapa jenis layanan hosting yang shared hosting (shared hosting), dedikasi hosting (dedicated hosting), VPS (Virtual Private Server) dan Colocation Server (Colocation Server).

Pengertian Hosting dan Contohnya
Hosting


Shared hosting
Shared hosting adalah layanan hosting dimana akun hosting digabungkan beberapa akun hosting lainnya dalam server yang sama, dan gunakan layanan ini bersama-sama.

Satu situs berbagi sumber daya server seperti RAM dan CPU dengan pengguna lain. Satu server bisa ditempati sedikit, sangat sedikit, ratusan sampai ribuan klien.

Pengertian RAM dan Fungsinya
Pengertian CPU dan Fungsinya

Sesuai konsep sharing, biaya pemeliharaan server terbagi sesuai jumlah klien. Semakin banyak klien yang menempati satu server, semakin biasanya semakin murah biaya sewa yang harus dibayar klien.

Dedicated server
Dedicated server adalah server yang digunakan untuk menjalankan aplikasi dengan beban tinggi dan tidak bisa dioperasikan di shared hosting atau VPS.

Server ini dapat disediakan oleh penyewa sendiri atau dipinjamkan dari pemilik lokasi pusat data ke penyewa. Penyedia menyediakan satu set server web fisik lengkap dengan sistem operasinya.

Pengguna mendapatkan akses root ke server webnya, dan ditugaskan untuk memelihara server yang telah disediakan melalui akses yang diberikan.

Virtual Private Server
Virtual Private Server (VPS) dibuat dengan membagi sumber daya server fisik ke server virtualisasi di mana sumber daya dapat dialokasikan dengan cara yang tidak akan secara langsung mempengaruhi perangkat keras server.

Karena itu, di VPS ada beberapa sistem operasi yang berjalan bersamaan.

Server Collocation
Server collocation adalah server yang dipercayakan kepada penyedia layanan internet dimana penyedia layanan internet menyediakan arus listrik, koneksi internet, dan pendingin ruangan, dan rak tempat server berada.

Server sepenuhnya dimiliki oleh pelanggan dan dikelola semata-mata oleh pelanggan. Pelanggan tidak diharuskan menyewa server ke penyedia layanan internet.

Merupakan tanggung jawab pelanggan untuk mengunjungi pusat data. Upgrade perangkat keras atau perubahan lainnya ke server kolokasi yang dimiliki [memerlukan referensi]

Colocation Data Center
Penyedia layanan server colocation atau perusahaan pusat data harus memiliki bangunan dengan spesifikasi yang cukup, karena harus berada di tempat sistem pendingin, sistem penindasan api, daya cadangan seperti genset untuk menjaga agar layanan data center tetap beroperasi tanpa henti.

Inilah inti dari sebuah data center selain backbone akses komunikasi data dan keamanan baik secara fisik maupun dalam perangkat lunak.

Pelanggan yang menggunakan layanan colocation akan menempatkan server mereka sendiri di data center dan kemudian terhubung ke jaringan komunikasi data untuk koneksi bandwidth Indonesia dan International (IIX dan IX).

Baca juga: Pengertian Bandwidth dan Fungsinya

Pengguna colocation data center tidak terbatas pada perusahaan hosting, namun perusahaan Indonesia yang memiliki departemen TI juga memiliki banyak kebutuhan server colocation di penyedia data center mereka untuk perangkat Server mereka yang dimaksudkan untuk mendukung operasi bisnis perusahaan agar tidak mengalami stagnasi sangat sedikit. untuk mitigasi bencana atau pusat pemulihan bencana.

Kriteria Data Center untuk Colocation Server
Seperti dijelaskan di atas, sebuah pusat data memiliki standar yang harus dipenuhi untuk dianggap sebagai pusat data dan layak memberikan layanan, baik itu standar ISO dan standar sertifikasi Tier dari Uptime Institute.

Kriteria berikut diperlukan di pusat data:
Tingkat keamanan yang lebih tinggi selama 24 jam termasuk penggunaan biometrik dan kamera CCTV
Pencegahan kebakaran cukup sesuai standar
Daya cadangan
Personal IT 24 jam non stop
Lokasi bebas longsor, banjir, bencana dan huru hara
Sistem kontrol suhu dari segala arah
Koneksi jaringan netral dari beberapa operator telekomunikasi jadi lebih fleksibel dalam memilih koneksi jaringan internet tanpa harus memindahkan server.
Sistem pemantauannya memadai dan selalu diperbaharui.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengertian Hosting dan Contohnya beserta Jenisnya

0 komentar:

Posting Komentar