Bahas Tuntas Teknologi Informasi dan Komunikasi

Senin, 20 November 2017

6 Komponen Database Beserta Fungsinya

6 Komponen Database Beserta Fungsinya - Database adalah media penyimpanan elektronik yang berisi kumpulan informasi atau data secara sistematis sehingga bisa diakses dengan program komputer bila informasi atau data yang dibutuhkan.

Lebih sederhana lagi, database bisa diartikan sebagai seperangkat tabel yang berisi informasi yang tersimpan di dalam komputer.

Istilah database bukanlah sesuatu yang asing bagi institusi manapun saat ini, terutama instansi yang membutuhkan pencatatan, pengolahan dan penggunaan informasi dalam jumlah besar.

Fungsi database elektronik telah menggantikan cara penyimpanan manual yang membutuhkan ruang besar seperti perpustakaan, lemari arsip, rak dokumen, dan sebagainya.

Database memainkan peran penting dalam pengolahan data karena alasan berikut:
Sebagai penyedia informasi, database menjadi komponen utama dalam arus sistem informasi
Menjaga kualitas informasi dan dapat menyajikannya dengan cepat, akurat, dan tetap relevan melalui update informasi

Data yang akan disimpan dalam database pertama kali didefinisikan secara khusus dalam hal tipe data, struktur data, dan batasan data. Menyimpan data atau informasi ke database berarti kita bisa mengatur data, menghindari duplikat, memperbarui data yang kompleks, dan menghubungkan antar data.

Lebih lengkap:
Pengertian Database Menurut Para Ahli
Fungsi Database Secara Umum

Komponen Database

6 Komponen Database Beserta Fungsinya
6 Komponen Database Beserta Fungsinya

Hal di atas telah dijelaskan tentang database mulai dari pemahaman, peran, manfaat, dan jenis. Selanjutnya komponen apa yang digunakan dalam sistem database? Berikut ini akan dijelaskan satu per satu.


1. Hardware
Hardware atau hardware yang dimaksud disini adalah perangkat komputer standar sebagai pendukung operasi pengolahan data yang terdiri dari CPU, disk, terminal, memori, dan lain-lain.

Ada tiga jenis komputer berdasarkan data yang diolah, yaitu:

Komputer analog
Jenis komputer ini tidak memerlukan bahasa perantara. Kerja kontinyu dan paralel untuk mengolah data bersifat kuantitatif berupa angka atau jumlah fisik seperti ukuran gelombang suara, suhu dan tekanan udara, kecepatan angin, arus listrik, dan lain-lain.

Komputer analog biasanya digunakan untuk mengendalikan atau mengendalikan mesin, sehingga diterapkan secara luas sebagai meteran voltase listrik, seismograf analog, atau untuk memantau denyut jantung pasien di rumah sakit.

Komputer analog mampu melakukan pengukuran yang tepat, memproses data dengan cepat, dan secara otomatis mengendalikan proses kerja industri.

Namun, data yang diolah seringkali kurang tepat, tidak dapat atau kurang mampu mengolah data dalam bentuk angka, hanya digunakan untuk satu masalah tertentu, komponennya berlebihan dan rumit, tidak multifungsi, dan penggunaan daya tidak seimbang.

Komputer digital
Contoh komputer digital adalah komputer PC biasa yang kita gunakan setiap hari, kalkulator, atau timbangan digital. Komputer ini bekerja lebih baik daripada komputer analog karena bisa mengolah data lebih tepatnya, bisa menyimpan data, dan bisa melakukan operasi logika. Selain itu, data yang tersimpan bisa dikoreksi, dan hasilnya bisa berupa angka, grafik, gambar, dan huruf.

Komputer hibrida
Komputer hibrida adalah kombinasi dari kedua jenis komputer yang disebutkan di atas. Komputer hibrida bekerja lebih cepat daripada komputer digital dan lebih tepat daripada komputer analog. Oleh karena itu, komputer hibrid diaplikasikan pada mesin robot di pabrik.

2. Sistem operasi (Operating System)
Perangkat lunak sistem operasi (OS) adalah perangkat lunak opsional untuk memungkinkan, mengendalikan semua sumber daya, dan melakukan operasi dasar pada sistem komputer.

Contoh perangkat lunak OS yaitu Windows 9x, Linux, Unix, Windows 2000 / XP). Software OS harus kompatibel atau sesuai dengan perangkat lunak manajemen database yang digunakan.

3. Perangkat lunak manajemen basis data (DBMS)
Untuk memasukkan data ke dalam database atau, sebaliknya, untuk mengambil data dari database, perangkat lunak yang disebut Database Management System (DBMS) diperlukan atau diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia sebagai Sistem Manajemen Database.

Dengan DBMS, pengguna bisa mengendalikan, memelihara, dan mengakses data secara praktis dan efisien. Dikatakan efisien karena DBMS tidak hanya mendesain struktur data yang kompleks, namun juga memberikan kenyamanan kepada pengguna awam untuk menggunakan data tanpa harus mengetahui kompleksitas struktur.

Fungsi software database sebagai berikut:
Memproses definisi data;
Tangani permintaan pengguna untuk mengakses data;
Periksa keamanan dan integritas data yang ditetapkan oleh Database Administrator (DBA);
Menyimpan informasi yang menggambarkan data dalam database yang biasa disebut metadata;
Menangani kegagalan dalam akses data jika terjadi kegagalan sistem atau disk;
Tangani semua fungsi secara efisien.

DBMS adalah perantara bagi pengguna dengan database, sehingga interaksi antara pengguna dan database memerlukan bahasa pemrograman tertentu. Bahasa pemrograman terdiri dari dua macam seperti yang dijelaskan di bawah ini:

Data Definition Language (DDL). Digunakan untuk membuat tabel baru, memuat indeks, atau mengubah tabel.
Bahasa Manipulasi Data (DML). Digunakan untuk memanipulasi dan mengambil data dari database, seperti menambahkan data baru, menghapus data, atau mengubah data.

4. Program aplikasi perangkat lunak
Program perangkat lunak aplikasi database yang umum digunakan dalam pemrograman dan dianggap sebagai perangkat database tingkat tinggi, antara lain:

MySQL - Kelebihannya stabil dan cukup tangguh, bebas, keamanannya bagus, mendukung transaksi, dan fleksibel dengan berbagai program. Namun software ini tidak mendukung koneksi bahasa pemrograman Visual Basic, Delphi, atau Foxpro. Juga tidak mampu menangani sejumlah besar data dan belum mendukung fungsi ganda.

Lebih lengkap: Kelebihan dan Kekurangan MySQL

Microsoft SQL - Server DBMS ini mampu mengelola data yang besar, keamanan yang baik, mampu back up, recovery, dan rollback data, dan bisa membuat database mirroring dan clustering. Tapi untuk mendapatkannya pasti mahal karena software ini berlisensi, dan perangkat ini hanya bisa berjalan di Microsoft Windows.

Oracle -  Tipe ini rumit, sehingga membutuhkan DBA yang andal, dan mahal. Sesuai dengan harganya, software ini bisa digunakan oleh organisasi atau perusahaan besar karena memiliki fitur yang lengkap.

Lebih lengkap: Kelebihan dan Kekurangan Oracle Database

Selain ketiga perangkat lunak ini, termasuk kategori perangkat database tingkat tinggi lainnya adalah Sybase, Interbase, XBase, Paradox, Foxpro, Visual Foxpro, MongoDB, dan lainnya. Sedangkan yang termasuk software database tingkat rendah adalah Btrieve dan Tsunami Record Manager.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : 6 Komponen Database Beserta Fungsinya

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar