Bahas Tuntas Teknologi Informasi dan Komunikasi

Kamis, 16 November 2017

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Basis Data Terdistribusi

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Basis Data Terdistribusi - Database adalah kumpulan berbagai data dan file, serta dokumen yang merupakan master file, master data, atau banyak juga dikenal sebagai master data pada jaringan komputer.

Secara umum, database atau database mengacu pada keseluruhan data serta informasi yang terdapat dalam server.

Contoh aplikasi database
Untuk lebih memahami apa itu database atau database, maka ada baiknya kita juga melihat beberapa contoh basis data yang sering digunakan.

Toko online, pasti punya banyak produk yang akan dijual ke konsumen.
Agar bisa membangun toko online, maka pemilik toko harus mengembangkan sistem database untuk beradaptasi dengan menjalankan bisnis toko online.

Basis data akan berisi informasi tentang produk, harga jual, jumlah stok, biaya kirim, sampai nama pengguna terdaftar di toko online.

Sistem manajemen basis data akan dibutuhkan untuk mengolah database agar bisa diakses oleh pengguna

Database biasanya akan disimpan di komputer server, yang memiliki kapasitas hardisk tinggi, untuk menyimpan semua data yang dimiliki oleh situs toko online.

Fungsi DBMS dalam sistem basis data sangat penting, tanpa software ini maka sistem database sulit dikembangkan.
Kelebihan dan Kekurangan Sistem Basis Data Terdistribusi
Kelebihan dan Kekurangan Sistem Basis Data Terdistribusi

Pengertian Sistem Basis Data Terdistribusi

Database tidak akan berguna jika tidak diimplementasikan ke dalam program atau aplikasi yang bisa digunakan oleh pengguna. Oleh karena itu diperlukan sistem yang bisa mengimplementasikan database agar bisa diakses dan digunakan oleh pengguna. Sistem ini disebut sistem database.

Salah satu contoh sistem basis data yang banyak digunakan adalah sistem basis data terdistribusi. Sistem database terdistribusi adalah sistem database, memungkinkan lebih dari satu server untuk menangani kebutuhan penggunanya.

Biasanya, sistem basis data terdistribusi banyak digunakan di perusahaan yang memiliki banyak cabang, sehingga masing-masing cabang memiliki basis data sendiri - yang masing-masing juga akan terhubung ke basis data utama di kantor pusat.

Baca juga: Pengertian Sistem Basis Data Menurut Para Ahli
Pengertian Sistem Basis Data Terdistribusi

Contoh aplikasi dari sistem basis data terdistribusi
Berikut ini adalah contoh penerapan dari sistem basis data terdistribusi, agar lebih jelas:

Sebuah bank, memiliki satu kantor pusat di Jakarta, dan beberapa kantor perwakilan, serta kantor cabang pembantu di berbagai wilayah di Indonesia.

Kantor pusat memiliki database pusat atau database, yang berisi semua informasi penting bank.

Sedangkan sistem basis data terdistribusi akan ditempatkan pada setiap cabang dan juga kantor perwakilan di kota-kota besar di Indonesia, untuk memudahkan kegiatan operasional di dalam kota.

Jad pada dasarnya, sistem database terdistribusi memungkinkan data dan informasi didistribusikan ke dedicated server.

Kelebihan sistem database terdistribusi
Tidak tergantung pada database server pusat
Akses terhadap informasi menjadi lebih cepat, terutama bila ada lalu lintas data yang padat
Informasi dan data lokal juga akan lebih mudah diakses
Server atau database pusat bisa bekerja lebih efisien

Kekurangan sistem database terdistribusi
Biaya implementasi yang tinggi
Biaya operasional, seperti listrik, dan juga pemeliharaan jaringan yang cukup tinggi
Hanya cocok untuk perusahaan besar dengan persyaratan data yang tinggi, seperti perbankan.
Dimana sistem database terdistribusi bisa diterapkan?

Agar bisa menerapkan dan juga menerapkan sistem basis daa terdistribusi, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pengembang jaringan dan teknisi database.

Berikut adalah beberapa hal yang harus diketahui pengembang dalam menerapkan sistem basis data terdistribusi:

Kemampuan database pusat
Kemampuan database pusat mencakup kemampuan server untuk memenuhi trafik yang tinggi dan layanan lalu lintas data yang tinggi, serta kapasitas hard drive yang dimiliki oleh server utama atau pusat.

Jika sebuah perusahaan atau agensi memiliki server dengan spesifikasi tinggi, dan harddisk berkapasitas tinggi, maka sistem data terdistribusi masih perlu dilakukan.

Area atau cakupan wilayah agensi
Sistem database terdistribusi akan efektif jika perusahaan atau instansi, selain memiliki lalu lintas data yang padat dan sejumlah besar data, perusahaan atau instansi juga harus memiliki cakupan area yang luas dan juga besar.

Jika hanya memiliki cakupan area kecil, sempit dan juga melayani hanya beberapa kebutuhan pengguna, maka sistem basis data terdistribusi tidak terlalu dibutuhkan

Kemampuan anggaran dan keuangan perusahaan atau instansi
Perlu diingat, sistem database terdistribusi membutuhkan data bank dan server yang jumlahnya lebih dari satu.

Harga perakitan server sudah mahal, belum lagi implementasi jaringan yang digunakan, dan bagaimana metode untuk semua server ini juga bisa diintegrasikan dengan server pusat. Hal ini tentunya akan sangat mahal.

Oleh karena itu, kemampuan finansial harus diperhatikan oleh pengembang yang ingin menerapkan sistem database terdistribusi.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Kelebihan dan Kekurangan Sistem Basis Data Terdistribusi

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar