Bahas Tuntas Teknologi Informasi dan Komunikasi

Rabu, 15 November 2017

Pengertian Sistem Basis Data Terdistribusi dan Contohnya

Pengertian Sistem Basis Data Terdistribusi dan Contohnya - Sistem database yang didistribusikan di lapangan merupakan salah satu pengembangan sistem database. Sistem basis data yang telah diimplementasikan di perusahaan atau organisasi, kemudian dikembangkan menjadi suatu bentuk pendistribusian data, sehingga sisitem database dapat didistribusikan ke berbagai lokasi.

Sebelum terdistribusi lebih lanjut pada sistem database terdistribusi, maka pertama-tama kita harus mengerti apa itu sistem database. Sistem basis data merupakan implementasi dari database atau database dengan perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan manajemen database atau yang biasa dikenal dengan sistem manajemen database atau DBMS.

Pengertian Sistem Basis Data

Pengertian Sistem Basis Data Terdistribusi dan Contohnya
Pengertian Sistem Basis Data Terdistribusi dan Contohnya

Database itu sendiri yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama database pada dasarnya adalah kumpulan data yang ada pada suatu organisasi, perusahaan, dan lain sebagainya. Seluruh data kemudian disimpan dalam penyimpanan sendiri, yang kemudian bisa digunakan untuk berbagai keperluan, terutama pentingnya kelebihan data.

Setelah mengetahui dan memahami konsep sistem database, maka saatnya kita mulai mengerti tentang sistem basis data terdistribusi. Distribusi dalam konteks sistem basis data ini berarti bahwa semua data dalam database dapat didistribusikan alias menyebar ke beberapa lokasi atau titik yang telah ditentukan.

Dengan demikian, pada intinya, sistem database terdistribusi adalah sistem database, yang memungkinkan setiap data yang terdapat dalam database didistribusikan dan juga ditransmisikan ke berbagai lokasi pengguna yang telah ditentukan.

Jenis Transakasi pada Sistem Basis Data Terdistribusi

Dalam aplikasinya, sistem basis data terdistribusi banyak digunakan dalam berbagai kepentingan, sering dikenal sebagai istilah transaksi atau perputaran dan juga transmisi data. Transaksi pada sistem database terdistribusi dibagi menjadi dua jenis transaksi.

Berikut ini adalah dua jenis transaksi pada sistem database terdistribusi:

Daya tarik lokal
Transaksi lokal adalah transaksi dari sistem basis data yang dilakukan pada node yang mirip dengan lokasi dimana database berada.

Contoh Local Deals:
Update data nasabah Bank yang melakukan penarikan saldo di kantor pusat. Database bank biasanya berada di lokasi yang berdekatan dengan kantor pusat, sehingga bentuk update yang dilakukan di kantor pusat memiliki node yang sama seperti database.

Transaksi Global
Berbeda dengan transaksi lokal, transaksi global menggunakan transaksi dan transmisi data dari berbagai node dengan server atau database yang digunakan

Contoh Transaksi Global:
Seorang nasabah melakukan penarikan saldo di Cabang Bank yang berada di luar pulau. Bank menggunakan server dan database yang sama, namun menggunakan node transmisi data yang berbeda dengan servernya.

Bagaimana menerapkan sistem database terdistribusi?
Untuk mengimplementasikan sistem database terdistribusi, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah penggunaan jaringan komputer. Ya, sistem database terdistribusi membutuhkan jaringan komputer untuk bekerja dengan baik dan bisa bermanfaat bagi penggunanya.

Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan sistem database terdistribusi ini, yaitu:

Pemilihan topologi jaringan yang akan digunakan.
Penggunaan perangkat jaringan komputer dan juga perangkat lunak jaringan komputer yang akan digunakan.
Biaya pembuatan sistem harus dikeluarkan.

Karakteristik Sistem Basis Data Terdistribusi
Ada beberapa karakteristik yang bisa mengindikasikan implementasi sistem database terdistribusi. Berikut adalah beberapa fiturnya:

Data yang sama disimpan di database atau database yang berbeda di beberapa tempat.
Semua database saling berhubungan dengan menggunakan jaringan komputer.
Sistem database terdistribusi mengacu pada database atau database yang berada di banyak tempat atau lokasi.

Manfaat Sistem Database Terdistribusi
Ada beberapa keuntungan yang bisa didapat dari penggunaan dan implementasi sistem database terdistribusi:
Pengelolaan data terdistribusi dapat dilakukan secara transparan.
Pengembangan sistem database yang mudah berkembang.
Kinerja sistem database semakin meningkat.
Juga terkait erat dengan kinerja seluruh perusahaan.
Dapat mendukung peningkatan ketersediaan data.
Mudah digunakan oleh pengguna.
Mengakses data dari database menjadi lebih mudah dilakukan.

Kekurangan Sistem Database Terdistribusi
Ternyata, walaupun bagus untuk diimplementasikan dan juga diimplementasikan, sistem database terdistribusi juga memiliki kekurangan dan juga kelemahan dalam menggunakannya.

Berikut adalah beberapa kelemahan dan kekurangan dari sistem database terdistribusi:

Meski mudah dikembangkan, biaya pengembangannya cukup tinggi.
Kapasitas penyimpanan harus diperbesar.
Terkadang sulit untuk melindungi jaringan
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengertian Sistem Basis Data Terdistribusi dan Contohnya

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar