Pengertian SSH dan Fungsinya serta Kegunaannya

Pengertian SSH dan Fungsinya serta Kegunaannya – SSH merupakan singkatan dari Secure Socket Shell. SSH adalah protokol jaringan yang menyediakan keamanan bagi administrator untuk mengakses komputer yang jaraknya jauh. SSH juga mengacu pada suite utilitas yang mengimplementasikan protokol. Secure Shell menyediakan otentikasi yang kuat dan mengamankan komunikasi data terenkripsi antara dua komputer yang terhubung melalui jaringan yang tidak aman seperti Internet.

Baca Juga:

Pengertian Protokol Jaringan dan Fungsinya

Pengertian Jaringan Komputer dan Manfaatnya

SSH banyak digunakan oleh administrator jaringan untuk mengelola sistem dan aplikasi dari jarak jauh. Selain itu SSH memungkinkan administrator masuk ke komputer lain melalui jaringan dan menjalankan perintah dan memindahkan file dari satu komputer ke komputer lainnya.

 

Pengertian SSH dan Fungsinya serta Kegunaannya

Atau pengertian SSH adalah protokol untuk pertukaran data antara dua komputer melalui jaringan yang tidak tepercaya dengan aman. SSH melindungi privasi, integritas identitas, data, dan file yang ditransfer. SSH bisa digunakan di sebagian besar komputer dan hampir di semua server

SSH juga dapat digunakan pada UNIX, Linux, dan macOS dan digunakan di lebih dari 90% dari semua pusat data di dunia.

SSH menggunakan kriptografi kunci publik untuk mengotentikasi komputer jarak jauh dan memungkinkan komputer remote untuk mengotentikasi pengguna, jika perlu.

Versi pertama SSH hadir pada tahun 1995 dan dirancang oleh seorang peneliti dari Helsinki University of Technology yaitu Tatu Ylönen. Dan selanjutnya dia mendirikan SSH Communications Security.

Protokol Secure Shell saat ini adalah SSH-2 dan diadopsi sebagai standar pada tahun 2006.

 

Fungsi SSH Server

Fungsi SSH adalah untuk pertukaran data antara dua komputer melalui jaringan.

Melindungi privasi, integritas identitas, data, dan file yang ditransfer.

Melakukan enkripsi pada data yang dikirim.

Sebagai protokol untuk pertukaran data dalam suatu jaringan.

Otentifikasi, mekanisme untuk memastikan pengirim dan penerima adalah benar dan juga aman.

Memastikan kerahasiaan data yang dikirim agar hanya tidak diketahui selain oleh penerima dan pengirim.

Cara Kerja SSH Server
Protokol SSH bekerja pada client dan server-model. SSH client akan memulai pengaturan koneksi aman, dan server SSH akan mendengarkan permintaan koneksi masuk (biasanya pada port TCP 22 pada sistem host) dan meresponsnya.

Pada tahap penyiapan koneksi, SSH server mengotentikasi dirinya ke client dengan menyediakan kunci publiknya. Hal ini dapat membuat SSH client untuk memverifikasi bahwa sebenarnya berkomunikasi dengan SSH server yang benar (bukan penyerang yang dapat menyamar sebagai server).

Setelah berhasil otentikasi, SSH server menyediakan akses client ke sistem host. Akses ini diatur dengan izin akun pengguna pada sistem host target.

Sambungan aman antara client dan server digunakan untuk administrasi sistem jarak jauh, eksekusi perintah jarak jauh, transfer file, serta pengamanan lalu lintas aplikasi lainnya. Sesi SSH otomatis sangat sering digunakan sebagai bagian dari banyak proses otomatis yang melakukan tugas seperti pengumpulan log file, pengarsipan, backup jaringan, dan tugas tingkat sistem kritis lainnya.

Ketersediaan SSH Server
Sebagian besar sistem operasi server hadir dengan implementasi SSH Server asli dan pra-instal. Mereka yang terkecuali dengan peraturan biasanya dipasang dengan SSH server dari vendor solusi keamanan tepercaya, seperti SSH Communications Security, Bitvise, atau VanDyke Software. Perusahaan-perusahaan ini menjual perangkat lunak SSH dan memberikan layanan teknis dan perawatan. Komunitas open source mengelola proyek OpenSSH yang menyediakan implementasi SSH gratis dan non-komersial.

Kualitas dan Keamanan
Sebagai perangkat lunak keamanan, SSH server memiliki persyaratan ketat untuk kualitas perangkat lunak. Proses SSH server dijalankan dengan sistem yang luas, dan bertindak sebagai access contate gatekeeper ke sistem host. Hal ini membuat SSH server menjadi target yang menarik bagi para hacker dan malware. Peran keamanan SSH server yang sangat penting menempatkan persyaratan yang ketat untuk kualitas dan keandalan kode. Bug dan cacat dalam kode dapat menyebabkan kerentanan keamanan yang serius.

Keamanan Standar
Protokol SSH telah distandarisasi oleh Internet Engineering Task Force ( IETF ). Standarnya terbuka dan ditulis sebagai usaha bersama oleh banyak spesialis keamanan dan perusahaan. Sebagai penemu protokol yang asli, SSH Communications Security merupakan penyumbang utama dalam upaya standardisasi.

Nah itulah Pengertian SSH dan Fungsinya serta Kegunaannya, semoga bermanfaat. Terimakasih sudah berkunjung.

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!